Kepakaran - 杏吧原版影音杏吧原版影音, abbreviated Unand, is an accredited public university in West Sumatra, Indonesia. Known in science, technology, and social sciences./berita/kepakaran.feed2026-04-29T16:42:25+07:00杏吧原版影音Joomla! - Open Source Content ManagementKesehatan Mental Pemimpin: Perspektif Keperawatan Jiwa dalam Krisis Global2026-04-29T14:06:37+07:002026-04-29T14:06:37+07:00/berita/kepakaran/1806-kesehatan-mental-krisis-global.htmlHumas<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Belakangan ini, sejumlah media internasional kembali menyoroti perilaku publik Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pernyataan keras, ancaman terbuka, serta sikap yang kerap berubah dalam waktu singkat memunculkan diskusi luas mengenai pentingnya stabilitas emosi dan kapasitas psikologis seorang pemimpin negara. Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas kepemimpinan tidak hanya diukur dari kekuatan politik atau kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kesiapan mental dalam menghadapi tekanan global.</span></p>
<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Belakangan ini, sejumlah media internasional kembali menyoroti perilaku publik Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pernyataan keras, ancaman terbuka, serta sikap yang kerap berubah dalam waktu singkat memunculkan diskusi luas mengenai pentingnya stabilitas emosi dan kapasitas psikologis seorang pemimpin negara. Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas kepemimpinan tidak hanya diukur dari kekuatan politik atau kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kesiapan mental dalam menghadapi tekanan global.</span></p>
Kedaulatan Molekuler: Membaca Masa Depan Pertanian dan Kesehatan Sumbar melalui Biokimia2026-04-28T09:55:52+07:002026-04-28T09:55:52+07:00/berita/kepakaran/1802-unand-molekuler-kedaulatan-pertanian-sumbar.htmlHumas<p><img src="//images/PAKAR/fadli.png" alt="Alt UNAND" width="279" height="150" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pernahkah kita membayangkan bahwa di balik hijaunya hamparan sawah di Solok atau rimbunnya perkebunan sawit di Dharmasraya, sedang terjadi sebuah orkestra raksasa yang melibatkan triliunan pemain musik mikroskopis? Di sana, di dalam sel-sel tanaman yang tak kasat mata, sedang berlangsung proses "anabolisme" sebuah keajaiban biokimia di mana energi matahari ditangkap dan diubah menjadi ikatan kimia padat energi. Fenomena ini bukan sekadar teori di laboratorium, melainkan fondasi utama bagi ekonomi, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat Sumatera Barat.</span></p>
<p><img src="//images/PAKAR/fadli.png" alt="Alt UNAND" width="279" height="150" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pernahkah kita membayangkan bahwa di balik hijaunya hamparan sawah di Solok atau rimbunnya perkebunan sawit di Dharmasraya, sedang terjadi sebuah orkestra raksasa yang melibatkan triliunan pemain musik mikroskopis? Di sana, di dalam sel-sel tanaman yang tak kasat mata, sedang berlangsung proses "anabolisme" sebuah keajaiban biokimia di mana energi matahari ditangkap dan diubah menjadi ikatan kimia padat energi. Fenomena ini bukan sekadar teori di laboratorium, melainkan fondasi utama bagi ekonomi, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat Sumatera Barat.</span></p>
Birokrasi yang Lumpuh dan Reinkarnasi Kuli Deli di Layar Ponsel2026-04-27T16:26:32+07:002026-04-27T16:26:32+07:00/berita/kepakaran/1801-unand-birokrasi-reikarnasi-layar-ponsel-sejarah.htmlHumas<p><img src="//images/PAKAR/yudhi.png" alt="Alt UNAND" width="281" height="171" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Digitalisasi ekonomi di Indonesia hari ini, secara paradoks seakan memulihkan struktur perbudakan lama, yang kita kira sudah terkubur bersama berakhirnya kolonialisme Belanda. Di balik gemerlap layar ponsel yang menjanjikan utopia kecepatan, bersembunyi mekanisme ekstraksi yang luar biasa efisien. Ia perlahan menjinakkan kedaulatan warga atas upah yang diperas dari keringatnya sendiri, menggadaikan masa depan keluarga demi angka-angka digital yang semu.</span></p>
<p><img src="//images/PAKAR/yudhi.png" alt="Alt UNAND" width="281" height="171" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Digitalisasi ekonomi di Indonesia hari ini, secara paradoks seakan memulihkan struktur perbudakan lama, yang kita kira sudah terkubur bersama berakhirnya kolonialisme Belanda. Di balik gemerlap layar ponsel yang menjanjikan utopia kecepatan, bersembunyi mekanisme ekstraksi yang luar biasa efisien. Ia perlahan menjinakkan kedaulatan warga atas upah yang diperas dari keringatnya sendiri, menggadaikan masa depan keluarga demi angka-angka digital yang semu.</span></p>
Kesehatan Mental Remaja di Era Digital: Tantangan yang Tak Selalu Terlihat2026-04-21T19:45:29+07:002026-04-21T19:45:29+07:00/berita/kepakaran/1795-mental-health-era-digital.htmlHumas<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, remaja saat ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Akses informasi semakin cepat, komunikasi semakin mudah, dan peluang belajar semakin terbuka. Dalam hitungan detik, pengetahuan dapat diperoleh hanya melalui layar gawai. Kehidupan sosial pun banyak berpindah ke ruang digital, mulai dari pertemanan, hiburan, hingga proses belajar. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak selalu terlihat, yakni meningkatnya tekanan psikologis pada remaja.</span></p>
<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, remaja saat ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Akses informasi semakin cepat, komunikasi semakin mudah, dan peluang belajar semakin terbuka. Dalam hitungan detik, pengetahuan dapat diperoleh hanya melalui layar gawai. Kehidupan sosial pun banyak berpindah ke ruang digital, mulai dari pertemanan, hiburan, hingga proses belajar. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak selalu terlihat, yakni meningkatnya tekanan psikologis pada remaja.</span></p>
Kalau Anak Muda Nggak Mau Urus Politik, Siap-Siap Diurus Sama Politik2026-04-18T15:05:54+07:002026-04-18T15:05:54+07:00/berita/kepakaran/1793-politik-anak-muda-kebijakan.htmlHumas<p><img src="//images/PAKAR/lisapuspita.jpg" alt="Alt UNAND" width="720" height="397" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Bayangkan kamu baru lulus kuliah. IPK oke, portofolio lumayan, semangat masih membara. Tapi setelah ratusan lamaran dikirim, yang balas cuma dua dan keduanya menawarkan gaji di bawah UMR. Kamu frustasi, ngepost di Twitter, dapat ribuan likes, lalu selesai. Besoknya tetap sama. Atau cerita lain: UKT kampusmu tiba-tiba naik drastis di semester depan. Teman-temanmu ramai protes di grup WA, ada yang bikin petisi online, viral sebentar, lalu tenggelam ditelan konten lain. Kebijakannya? Tetap jalan.</span></p>
<p><img src="//images/PAKAR/lisapuspita.jpg" alt="Alt UNAND" width="720" height="397" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Bayangkan kamu baru lulus kuliah. IPK oke, portofolio lumayan, semangat masih membara. Tapi setelah ratusan lamaran dikirim, yang balas cuma dua dan keduanya menawarkan gaji di bawah UMR. Kamu frustasi, ngepost di Twitter, dapat ribuan likes, lalu selesai. Besoknya tetap sama. Atau cerita lain: UKT kampusmu tiba-tiba naik drastis di semester depan. Teman-temanmu ramai protes di grup WA, ada yang bikin petisi online, viral sebentar, lalu tenggelam ditelan konten lain. Kebijakannya? Tetap jalan.</span></p>
鈥淕od Bless the Great People of Iran", Kajian Linguistik Terhadap Postingan Trump Kepada Rakyat Iran di Tengah Invasi Amerika-Israel pada Selasa 7 April 20262026-04-16T08:42:38+07:002026-04-16T08:42:38+07:00/berita/kepakaran/1788-kajian-linguistik.htmlHumas<p><img src="//images/PAKAR/SL.png" alt="Alt UNAND" width="275" height="163" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;"><span style="color: black;">Pada Selasa, 7 April 2026, tepatnya pukul 8 PM Waktu Timur, sebuah postingan di platform diskursus digital <i>Truth Social</i> dari Donald Trump hadir menandai pergeseran radikal dalam konflik geopolitik kontemporer yang tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer semata, tetapi juga melalui praktik diskursif yang sarat makna ideologis.</span></p>
<p><img src="//images/PAKAR/SL.png" alt="Alt UNAND" width="275" height="163" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;"><span style="color: black;">Pada Selasa, 7 April 2026, tepatnya pukul 8 PM Waktu Timur, sebuah postingan di platform diskursus digital <i>Truth Social</i> dari Donald Trump hadir menandai pergeseran radikal dalam konflik geopolitik kontemporer yang tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer semata, tetapi juga melalui praktik diskursif yang sarat makna ideologis.</span></p>
Sutan Sjahrir, Kerakyatan dan Kemanusiaan2026-04-13T17:44:27+07:002026-04-13T17:44:27+07:00/berita/kepakaran/1784-pejuang-pemikir-pendidik-sutan-sjahrir.htmlHumas<p><img src="//images/PAKAR/israr.jpg" alt="Alt UNAND" width="1400" height="836" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanggal 9 April 2026 lalu genap 60 tahun wafatnya Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia. Salah satu arsitek negara kebangsaan Indonesia modern itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Zurich, Swiss, dalam usia 57 tahun karena penyakit stroke.</span></p>
<p><img src="//images/PAKAR/israr.jpg" alt="Alt UNAND" width="1400" height="836" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanggal 9 April 2026 lalu genap 60 tahun wafatnya Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia. Salah satu arsitek negara kebangsaan Indonesia modern itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Zurich, Swiss, dalam usia 57 tahun karena penyakit stroke.</span></p>
Kenapa Anak Muda Banyak Lihat Konten Politik, Tapi Jarang Ikut Terlibat?2026-04-08T18:26:08+07:002026-04-08T18:26:08+07:00/berita/kepakaran/1779-anak-muda-konten-politik-media-sosial.htmlHumas<p><img src="//images/OPINI/diego.jpg" alt="Alt UNAND" width="1553" height="877" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 0cm 0cm;"><span style="color: black;">Sekarang ini, politik ada di mana-mana. Bukan lagi cuma di berita atau debat formal di televisi, tapi juga di Instagram, TikTok, bahkan di antara video hiburan yang kita tonton setiap hari. Tanpa kita sadari, kita sering banget melihat isu-isu politik lewat layar ponsel. Masalahnya, melihat belum tentu berarti ikut terlibat.</span></p>
<p><img src="//images/OPINI/diego.jpg" alt="Alt UNAND" width="1553" height="877" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 0cm 0cm;"><span style="color: black;">Sekarang ini, politik ada di mana-mana. Bukan lagi cuma di berita atau debat formal di televisi, tapi juga di Instagram, TikTok, bahkan di antara video hiburan yang kita tonton setiap hari. Tanpa kita sadari, kita sering banget melihat isu-isu politik lewat layar ponsel. Masalahnya, melihat belum tentu berarti ikut terlibat.</span></p>
Tanah: Infrastruktur Alami Penyimpan Air2026-04-02T16:26:35+07:002026-04-02T16:26:35+07:00/berita/kepakaran/1776-unand-air-tanah-guru-besar.htmlHumas<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Kita kerap mendongakkan kepala ke langit setiap kali banjir datang, seolah di sanalah sumber segala persoalan bermula. Hujan yang terlalu deras dan iklim yang kian tak menentu menjadi kambing hitam yang mudah kita tunjuk. Padahal, akar persoalannya sering justru berdiam sunyi di bawah telapak kaki kita sendiri: tanah yang perlahan kehilangan daya menahan air.</p>
<p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Kita kerap mendongakkan kepala ke langit setiap kali banjir datang, seolah di sanalah sumber segala persoalan bermula. Hujan yang terlalu deras dan iklim yang kian tak menentu menjadi kambing hitam yang mudah kita tunjuk. Padahal, akar persoalannya sering justru berdiam sunyi di bawah telapak kaki kita sendiri: tanah yang perlahan kehilangan daya menahan air.</p>