
Berita UNAND
- Details
- Hits: 22597
Beasiswa Bank Indonesia
Kriteria beasiswa :
- Mahasiswa dengan jenjang Strata 1 (S1) yang sekurang-kurangnya telah menyelesaikan
- 40 (empat puluh) satuan kredit semester (SKS) atau 3 (tiga) semester;
- Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK minimal 3,00 (skala 4);
- Maksimal berusia 23 tahun atau belum berusia 24 tahun pada saat ditetapkan sebagai penerima beasiswa;
- Setiap mahasiswa menerima beasiswa paling lama hanya 4 (empat) semester sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditentukan;
- Tidak sedang menerima beasiswa dan/atau berada dalam status ikatan dinas dari lembaga instansi Iain;
- Mempunyai pengalaman menjalankan aktivitas sosial yang memiliki dampak kebermanfaatan bagi masyarakat;
- Bersedia untuk berperan aktif, mengelola dan mengembangkan Generasi Baru Indonesia (GenBl), serta berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan Oleh Bank Indonesia;
- Diutamakan bagi mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi keluarga kurang mampu (pra sejahtera).
Catatan : Jadwal dan Persyaratan menunggu Pengumuman dari Pemberi Beasiswa
Contact Person : Erawati, SE bagian Kesejahteraan Mahasiswa Telp/WA : 082387784560
- Details
- Hits: 29700
Beasiswa BCA
Penerima Beasiswa Bakti BCA adalah Mahasiswa yang memenuhi persyaratan antara lain sebagai berikut :
- Saat pendaftaran, mahasiswa berada di semester 4 (empat).
- Diutamakan untuk UKT Gol. I - II.
- Usia tidak melebihi 25 tahun dan berperilaku baik.
- Memiliki kemauan belajar (selflearning) yang tinggi.
- Memenuhi kriteria kurang mampu secara ekonomi sebagaimana ditetapkan Oleh PTN.
- Tidak bekerja dan tidak berada dalam status ikatan dinas dari lembaga/instansi/yayasan Iain;
- Tidak sedang memperoleh beasiswa dari badan/lembaga/instansi/yayasan Iain; - Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi dan seluruh rangkaian pembinaan yang diselenggarakan selama Tahun Ajaran Beasiswa.
- Wajib mengisi link pendaftaran : bit.Iy/pendaftaranhaktibca2022.
- Melampirkan : KTP, KIM, dan foto diri.
Penerima Donasi dapat menambahkan persyaratan tambahan selain yang diatur dalam ayat 2 Pasal ini sesuai kebutuhan seleksi pemberian donasi dengan tujuan untuk memacu prestasi akademis para Penerima Beasiswa Bakti BCA.
Persyaratan tambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) pasal ini wajib disampaikan secara tertulis kepada BCA paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sebelum pemberian donasi dilakukan untuk mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA.
- Tujuan pemberian donasi adalah untuk membantu Penerima Beasiswa Bakti BCA dalam menyelesaikan pendidikan akademiknya.
- Pemberian donasi ini bersifat sosial tanpa ikatan dinas dengan BCA.
- Pemberian donasi oleh BCA berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) semester, semester V – VI.
- Bantuan donasi yang akan diberikan oleh BCA kepada Penerima Beasiswa Bakti BCA berupa pembiayaan kuliah dan / atau bantuan uang saku dengan total sebesar Rp 250.000.000 untuk 50 orang penerima beasiswa Bakti BCA.
- Bantuan Donasi berupa uang saku sebagaimana dimaksud pada ayat 4 di atas akan disalurkan oleh BCA ke rekening masing-masing Penerima Beasiswa Bakti BCA.
Catatan : Jadwal dan Persyaratan menunggu Pengumuman dari Pemberi Beasiswa
Contact Person : Erawati, SE bagian Kesejahteraan Mahasiswa Telp/WA : 082387784560
- Details
- Hits: 356
Keputusan untuk berwisata kini lahir dari layar telpon pintar. Orang melihat destinasi, membayangkan pengalaman, lalu memesan berdasarkan apa yang mereka saksikan di media sosial. Di Sumatera Barat, arus perhatian digital itu sudah mengalir; yang kerap kurang adalah cara mengubahnya menjadi kunjungan yang tertata, manfaat ekonomi yang nyata bagi warga, dan pengalaman yang layak diceritakan ulang tanpa merusak alam dan budaya. Karena itu, tujuannya bukan sekadar mengejar “viral”, melainkan membangun alur promosi yang rapi: cerita yang informatif, koordinasi pelaku yang solid, pengukuran sederhana namun konsisten, dan tindak lanjut yang terasa di lapangan.
- Details
- Hits: 532
Konflik agraria di Sumatera Barat kembali menjadi sorotan publik. Dari Pasaman Barat hingga Air Bangis, perebutan hak atas tanah antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah menunjukkan bahwa masalah agraria tidak hanya soal kepemilikan lahan, tetapi juga tentang ketimpangan kekuasaan dan kegagalan negara mengelola sumber daya secara adil. Di balik setiap sengketa tanah, tersimpan tarik-menarik kepentingan ekonomi dan politik yang rumit. Kasus perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VI misalnya, memperlihatkan betapa sulitnya mencari keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan keadilan sosial bagi warga nagari yang merasa hak ulayatnya terampas.
- Details
- Hits: 519
Dalam mitologi Yunani kuno, Cassandra dikenal sebagai seorang peramal perempuan yang diberi anugerah oleh dewa Apollo untuk melihat masa depan. Namun, anugerah itu berubah menjadi kutukan ketika tidak ada seorang pun yang mau mempercayai ramalannya. Ia bisa melihat bencana sebelum terjadi, tetapi suaranya dianggap angin lalu. Fenomena inilah yang kemudian dikenal sebagai Cassandra Paradox: ketika kebenaran disampaikan, tetapi justru diabaikan oleh khalayak yang lebih sibuk dengan kepentingan jangka pendek atau prasangka pribadi.
- Details
- Hits: 381
Media sosial sering terasa seperti korek api di saku: sekali gesek, timbul nyala yang membuat orang menoleh. Tetapi pada hembusan pertama algoritma berganti, isu baru datang api itu padam. Kemenangan cepat berupa jumlah tayangan dan komentar sering membuat kita lupa bahwa opini publik yang benar-benar menempel tidak lahir dari keriuhan, melainkan dari pengulangan, notulen, dan pertemuan yang membosankan. Singkatnya, kecepatan digital harus bertemu ketekunan kerja offline. Api di layar hanya berarti jika ada tungku di lapangan.
- Details
- Hits: 419
Di zaman serba terkoneksi, lini masa kita dipenuhi cerita bahagia liburan ke destinasi eksotis, foto hangat bersama teman, hingga unggahan pencapaian karier yang memantik decak kagum. Di balik keramaian itu kerap muncul kegelisahan halus: “Kenapa hidup orang lain tampak lebih seru dari milik kita?” Perasaan ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FoMO), rasa takut tertinggal dari pengalaman, momen, atau percakapan sosial yang dianggap penting. FoMO bukan sekadar soal iri; ia tumbuh dari cara kita hadir di ruang yang menilai keberadaan lewat jejak digital.

