Padang (UNAND) — ӰԭӰ (UNAND) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS bertema “Adaptive Leader: Membangun Karier dengan Nilai-Nilai Kepedulian Sosial” yang digelar di Auditorium Kampus Limau Manis pada Kamis (30/4).
Rektor Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran UNAND dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam membina generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa. Ia menegaskan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang telah berdiri sekitar empat tahun, UNAND berkomitmen menjadi mitra strategis berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan PT Paragon Technology and Innovation.
“Kolaborasi ini penting untuk memastikan generasi masa depan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Rektor.
Selama sekitar 2,5 tahun masa kepemimpinannya, Efa Yonnedi mengungkapkan sejumlah inisiatif strategis yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. Salah satunya adalah penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNAND yang dibina oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Sejak diaktifkan, UPZ UNAND telah membantu lebih dari seribu mahasiswa dalam pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Selain itu, UNAND juga mendirikan Unit Pengumpul Wakaf yang telah memperoleh izin dari Badan Wakaf Indonesia. Program ini menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan untuk mendukung beasiswa, riset, serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan tinggi.
“Inisiatif lain adalah penguatan dana abadi UNAND. Tren peningkatannya cukup menggembirakan dan memberikan dampak nyata dalam membantu mahasiswa yang membutuhkan,” tambahnya.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada PT Paragon yang telah berkontribusi dalam memperkuat dana abadi UNAND. Ia berharap dukungan dari berbagai pemangku kepentingan terus meningkat sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengungkapkan bahwa potensi zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Indonesia mencapai Rp327 triliun.
“Potensi besar ini masih belum tergali optimal. Padahal jika dapat dimaksimalkan, akan sangat banyak mahasiswa yang bisa dibantu melalui program beasiswa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi semua pihak, termasuk penerima manfaat, untuk turut berkontribusi dalam pengumpulan dana zakat. Menurutnya, ekosistem filantropi yang sehat harus melibatkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembinaan bagi para penerima beasiswa, tetapi juga memperkuat nilai empati dan kepedulian sosial. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, UNAND optimistis tidak ada lagi alasan bagi generasi muda untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

