Denpasar (UNAND) – Komitmen ÐÓ°ÉÔ­°æÓ°Òô (UNAND) dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan global kembali dibuktikan melalui partisipasi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada The 4th APSKI International Conference 2026 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada 22–23 Juli 2026.

Mengusung tema "Empowering Future Ventures: The Nexus of AI & Entrepreneurial Excellences", konferensi internasional tersebut menjadi wadah pertemuan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai masa depan kewirausahaan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, inovasi teknologi, serta dinamika sosial-ekonomi global.

Pada forum ilmiah tersebut, Laura Amelia Triani, dosen Departemen Manajemen FEB UNAND, mempresentasikan hasil penelitian berjudul "How Indigenous Profit-Sharing Fosters Inclusive Entrepreneurship: A Phenomenological Study from the Minangkabau Community". Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi UNAND dengan Swinburne University of Technology, Australia, yang mengkaji praktik bagi hasil dalam masyarakat Minangkabau sebagai model kewirausahaan berbasis kearifan lokal.

Penelitian tersebut berangkat dari kenyataan bahwa tidak semua individu memiliki akses yang setara terhadap modal, aset, maupun sumber daya untuk memulai usaha. Kondisi tersebut mendorong tim peneliti mengeksplorasi bagaimana mekanisme bagi hasil yang telah lama dipraktikkan masyarakat Minangkabau mampu membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Melalui pendekatan fenomenologi, penelitian dilakukan dengan mewawancarai pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, usaha kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bagi hasil tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pembagian keuntungan, tetapi juga menjadi sarana mengintegrasikan berbagai sumber daya yang dimiliki masyarakat, mulai dari lahan, modal, tenaga kerja, pengetahuan, jaringan sosial, hingga keterampilan manajerial.

Lebih jauh, penelitian ini mengungkap bahwa keberhasilan praktik tersebut ditopang oleh nilai-nilai sosial yang telah mengakar kuat dalam budaya Minangkabau, seperti kepercayaan, musyawarah, transparansi, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut memungkinkan terbentuknya hubungan usaha yang tidak semata-mata didasarkan pada kontrak formal, melainkan pada rasa tanggung jawab bersama, saling percaya, dan komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan kolektif.

Menurut Laura Amelia Triani, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa praktik ekonomi berbasis budaya lokal memiliki potensi besar untuk memperkaya khazanah teori kewirausahaan inklusif. Model bagi hasil yang berkembang di tengah masyarakat tidak hanya mampu menciptakan kesempatan berusaha bagi kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya, tetapi juga memperkuat ketahanan usaha, memperluas partisipasi ekonomi, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan ekonomi kontemporer," pungkasnya.

Partisipasi UNAND dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkenalkan kekayaan pengetahuan lokal Indonesia kepada komunitas ilmiah dunia. Kehadiran riset yang berangkat dari pengalaman masyarakat Minangkabau di panggung internasional diharapkan semakin memperkuat posisi ÐÓ°ÉÔ­°æÓ°Òô sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan penelitian berkualitas, berdampak bagi masyarakat, serta mampu menghadirkan solusi ilmiah yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik