Malaysia (UNAND) – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ÐÓ°ÉÔ°æÓ°Òô (UNAND) mengikuti International Students Exchange (Outbound) – Enhancing Quality Education for International University Recognition (EQUITY) di Faculty of Dentistry, Universiti Malaya (UM), Malaysia, pada 13–17 Juli 2026. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Firwan Khalid, Aliffa Raaniya Irawan, dan Marsella Tiara Ramadhani dengan bimbingan drg. Wulandani Liza Putri, Sp.Orto.
Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik sekaligus mempelajari sistem pendidikan kedokteran gigi berbasis kompetensi yang diterapkan di salah satu institusi terbaik di kawasan Asia Tenggara. Selama kegiatan, peserta mengikuti rangkaian Clinical Observership, seminar akademik, presentasi kasus, serta diskusi ilmiah bersama profesor dan staf akademik Faculty of Dentistry, Universiti Malaya.
Di Universiti Malaya, Program Bachelor of Dental Surgery (BDS) diselenggarakan melalui tahapan preclinical selama tiga tahun pertama dan clinical yang dimulai sejak tahun ketiga hingga tahun kelima. Sistem pembelajaran menerapkan competency-based learning yang mengintegrasikan pendidikan akademik, pelayanan klinis, penelitian, dan pengembangan profesional. Selain itu, fakultas tersebut memiliki budaya riset yang kuat pada bidang oral biology, regenerative dentistry, biomaterials, oral cancer, community oral health, hingga clinical craniofacial research, serta aktif mengembangkan berbagai program internasional seperti Student Exchange Programme, Elective Posting, dan Faculty Exchange.
Selama observasi klinik, mahasiswa UNAND mempelajari berbagai layanan di Departemen Endodontics, Removable Prosthodontics, Oral Medicine and Oral Pathology, Orthodontics, Operative Dentistry, serta Oral and Maxillofacial Surgery. Mereka mengamati secara langsung penerapan evidence-based dentistry dalam pelayanan pasien, mulai dari tindakan Root Canal Treatment, rehabilitasi menggunakan gigi tiruan lepasan, diagnosis penyakit rongga mulut, perawatan ortodonti, restorasi gigi karies, hingga tindakan bedah mulut seperti odontektomi, pemasangan implan, dan penanganan trauma maksilofasial.
Muhammad Firwan Khalid mengatakan bahwa pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai pengelolaan pendidikan kedokteran gigi yang terintegrasi antara pembelajaran, pelayanan, dan penelitian.
"Program ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami melihat bagaimana pendidikan berbasis kompetensi diterapkan secara konsisten melalui pembelajaran klinik, budaya riset, dan pelayanan pasien yang berorientasi pada bukti ilmiah. Selain meningkatkan kemampuan akademik dan klinis, kegiatan ini juga memperluas wawasan internasional serta mendorong kami untuk mengadaptasi berbagai praktik baik yang relevan bagi pengembangan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi ÐÓ°ÉÔ°æÓ°Òô," ujarnya.
Firwan menambahkan, pengalaman tersebut akan dibagikan kepada mahasiswa dan sivitas akademika FKG UNAND melalui kegiatan sharing session sebagai bentuk diseminasi hasil pembelajaran. Laporan observasi yang telah disusun juga diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum, inovasi metode pembelajaran, serta peningkatan kualitas pendidikan kedokteran gigi di UNAND.
Keikutsertaan mahasiswa FKG UNAND dalam program EQUITY merupakan wujud implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Quality Education melalui penguatan kolaborasi akademik internasional, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, dan pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat global. Program ini sekaligus mendukung komitmen ÐÓ°ÉÔ°æÓ°Òô dalam memperkuat internasionalisasi serta pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025)(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
Ìý Ìý
