Padang (UNAND) - Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian ÐÓ°ÉÔ­°æÓ°Òô (UNAND) mendorong optimalisasi lahan masyarakat melalui pengembangan budidaya nanas berbasis pengendalian hama dan penyakit ramah lingkungan di kawasan Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai Dr. Eka Candra Lina, S.P., M.Si. tersebut menggandeng Kelompok Tani Kebun Atas Padayo Saiyo dan BRMP Buah Tropika. Kegiatan dibuka Kepala Departemen Proteksi Tanaman UNAND Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, M.P., pada Selasa (11/8).

Program ini diarahkan untuk memanfaatkan lahan masyarakat yang belum produktif sekaligus mendukung pengembangan Desa Wisata Cagar Alam Padayo. Kawasan tersebut memiliki potensi wisata alam, salah satunya Geosite Goa Kelelawar Padayo.

Sebagai komoditas alternatif, nanas dinilai berpotensi dikembangkan pada karakteristik lahan Padayo yang relatif padat dan bertekstur lempung liat. BRMP Buah Tropika turut mendukung program dengan memberikan benih nanas varietas Mantari hasil pemuliaan lembaga tersebut.

Sri Juliati, S.P., M.Si. dari BRMP Buah Tropika memberikan pembekalan kepada kelompok tani mengenai budidaya nanas Mantari yang dikenal memiliki rasa manis dan tanaman tanpa duri. Materi mencakup persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pengelolaan tanaman untuk menghasilkan buah berkualitas.

Selain budidaya, masyarakat dibekali penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pendekatan ini mengutamakan pemantauan tanaman, pengenalan organisme pengganggu, penerapan teknik pengendalian yang aman bagi lingkungan, serta penggunaan pestisida secara bijaksana.

Ketua tim PkM Dr. Eka Candra Lina mengatakan pengembangan nanas diharapkan menjadi langkah awal mengoptimalkan lahan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ke depan, kebun nanas diharapkan dapat menjadi bagian dari agrowisata Padayo. Wisatawan yang mengunjungi Geosite Goa Kelelawar Padayo tidak hanya menikmati potensi alam, tetapi juga dapat mengenal aktivitas pertanian serta produk lokal masyarakat.

Departemen Proteksi Tanaman UNAND menargetkan pendampingan berlanjut melalui pengembangan demplot nanas, peningkatan kapasitas kelompok tani, pemantauan hama dan penyakit, serta pengembangan produk bernilai ekonomi.

Kolaborasi UNAND, BRMP Buah Tropika, kelompok tani, pemerintah setempat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu membangun model pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan pariwisata dan konservasi serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Padayo.

Kegiatan ini dibiayai oleh Fakultas Pertanian ÐÓ°ÉÔ­°æÓ°Òô dengan kontrak Nomor: 35/SPK/PLK/RKAT Faperta Unand/2026.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik