Surabaya (UNAND) 鈥� Rektor 杏吧原版影音 (UNAND) Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., mengusulkan konsorsium riset berbasis penyelesaian masalah dengan penanggulangan tuberkulosis (TBC) sebagai program utama. Usulan ini disertai dorongan untuk mengakses pendanaan eksternal dan internasional guna menjaga kesinambungan penelitian hingga hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan dalam diskusi panel 鈥淔rom Lab to Life: Reengineering Impactful Research鈥� pada NUNI Presidential Forum & Annual Meeting 2026 di Universitas Surabaya (UBAYA), Selasa (13/10).

Menurutnya, persoalan yang hendak diselesaikan perlu menjadi titik berangkat pembentukan konsorsium. Agenda bersama tersebut kemudian mempertemukan berbagai bidang keahlian, kapasitas laboratorium, dan mitra industri untuk menghasilkan solusi yang terarah.

Melalui pendekatan ini, kolaborasi antarperguruan tinggi tidak berhenti pada kesamaan disiplin ilmu, tetapi bergerak menuju sasaran bersama dengan manfaat yang dapat diukur. Penanggulangan TBC diusulkan menjadi program utama untuk membangun kerja sama tersebut dalam jejaring Nationwide University Network in Indonesia (NUNI).

Sebagai contoh, rektor mengangkat pengembangan Rapid Test Tuberculosis oleh UNAND bersama PT Crown Lab. Ia memperkenalkan inovasi tersebut sebagai alat pemeriksaan yang murah, aman, cepat, dan akurat.

鈥淜eberhasilan pengembangan Rapid Test Tuberculosis bersama PT Crown Lab menjadi contoh bagaimana riset dapat menjawab kebutuhan masyarakat,鈥� ujarnya.

Ia menekankan, keberlanjutan riset membutuhkan dukungan sepanjang proses pengembangan, mulai dari penelitian, pembuatan prototipe, pengujian, hingga pemenuhan standar dan ketentuan regulasi. Keterlibatan industri sejak awal diperlukan untuk menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pengguna.

Dalam kerangka tersebut, penjajakan pendanaan eksternal dan internasional menjadi bagian penting dari pengembangan konsorsium. Dukungan berkesinambungan diperlukan agar penelitian dapat berlanjut menuju penerapan dan menghasilkan manfaat jangka panjang.

鈥淧endanaan riset perlu berkesinambungan, mulai dari penelitian, pengembangan prototipe, hingga teknologi siap diterapkan. Orientasi pada dampak harus berjalan bersama dengan pemeliharaan mutu dan standar akademik,鈥� katanya.

Rektor juga menekankan perlunya memperluas ukuran keberhasilan penelitian. Publikasi, sitasi, dan paten perlu disertai penilaian terhadap adopsi teknologi, peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, serta penyelesaian persoalan masyarakat.

鈥淩iset perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata. Keberhasilannya perlu kita ukur dari teknologi yang digunakan, produktivitas industri yang meningkat, lapangan kerja yang tercipta, serta persoalan masyarakat yang berhasil diselesaikan,鈥� tegasnya.

NUNI Presidential Forum & Annual Meeting 2026 berlangsung pada 12鈥�14 Oktober 2026, dengan UBAYA sebagai tuan rumah dan Universitas Kristen Petra sebagai co-host. Forum ini menjadi ruang bagi UNAND untuk mendorong kolaborasi riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat sekaligus keberlanjutan manfaatnya.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik