ÌýÌý
Ìý Ìý
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menantang komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia yang tercantum jelas dan nyata di dalam UU Dasar dan Pancasila, melainkan mengajak berpikir ulang tentang bentuk ketahanan dan kewibawaan nasional yang sangat relevan dengan tantangan zaman, khususnya melalui peran sains dan bioteknologi.
Read more: Wibawa Tanpa Nomor Seri: Pergeseran Paradigma Deterensi dari Nuklir ke Biosekuritas
Pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 sebesar Rp3.426 triliun, dengan penerimaan perpajakan sekitar Rp2.908 triliun. Apakah target tersebut realistis? Jika hanya dilihat dari pertumbuhan nominalnya, target pendapatan negara masih terlihat masuk akal. Namun apabila dikaitkan dengan perkembangan ekonomi 2026 dan risiko makroekonomi yang sedang meningkat, ada potensi target penerimaan perpajakan tidak tercapai. Bahkan persoalannya sudah mulai terlihat pada 2026.
Read more: ANALISIS RAPBN 2027: Seri 1: Apakah Target Penerimaan Negara Realistis?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan sosial terbesar yang dijalankan pemerintah Indonesia saat ini. Skala program ini luar biasa besar, yaitu dengan makanan disediakan secara terorganisasi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sasaran anak sekolah yang menyeluruh, serta juga sedikit menyentuh ibu hamil, menyusui, dan balita. MBG bahkan tidak hanya dimaksudkan sebagai program pangan, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan status gizi, penurunan stunting, kehadiran peserta didik, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Read more: Menjembatani Kesenjangan MBG dan Hulu Masalah Gizi
Perekonomian Sumatera Barat memasuki paruh kedua 2026 dengan sebuah pertanyaan penting, apakah perbaikan ekonomi yang sempat terlihat pada awal tahun dapat berlanjut, atau Sumbar akan kembali kepada kecenderungan pertumbuhan moderat yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir? Ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen secara year-on-year pada Triwulan I 2026, tetapi kemudian melambat menjadi 4,54 persen pada Triwulan II 2026. Secara kumulatif, pertumbuhan Semester I 2026 mencapai sekitar 4,77 persen. Pertumbuhan 4,54 persen sebenarnya masih menunjukkan perbaikan dibandingkan Triwulan II 2025 yang tumbuh 3,94 persen, tetapi perlambatan dari triwulan sebelumnya menunjukkan bahwa momentum akselerasi belum cukup kuat. BPS mencatat pertumbuhan Triwulan I 2026 sebesar 5,02 persen, dengan akomodasi dan makan-minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat suhu udara rata-rata Indonesia meningkat sekitar 1,02 derajat Celsius selama periode 1981–2024. Kenaikan suhu maksimum mencapai 0,85 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum meningkat lebih besar, yakni 1,64 derajat Celsius dalam 44 tahun. Angka-angka tersebut menegaskan bahwa pemanasan bukan lagi sekadar ancaman masa depan, melainkan perubahan yang sedang berlangsung di sekitar kita.
Read more: Reproduksi Ternak di Tengah Ancaman Perubahan Iklim