ÌýÌý
Ìý Ìý
Kabut asap sering dipandang secara sederhana, hutan terbakar, asap mengepul, udara menjadi keruh, lalu masyarakat diminta memakai masker. Cara pandang seperti ini sebenarnya terlalu sederhana untuk menggambarkan persoalan kesehatan yang sedang terjadi.
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 tidak hanya dapat diamati melalui kolom abu dan aktivitas vulkanik dari permukaan bumi. Ratusan kilometer di atasnya, satelit Sentinel-2 merekam bagaimana bentang permukaan kepulauan Krakatau berubah setelah erupsi.
Read more: Membaca Dampak Erupsi Anak Krakatau dari Angkasa hingga Tanah
Dalam peta keilmuan Indonesianis dan studi Minangkabau modern, sosok Jeffrey Alan Hadler menempati kedudukan yang istimewa. Melalui artikel memoar berjudul "Places Like Home: Reminiscing About Jeffrey Hadler’s Historical Trajectory as an Indonesianist and Minangkabauist" yang dipublikasikan oleh Cornell University Press dalam jurnal Indonesia (2026), Yusmarni Djalius menuangkan kesaksian mendalam tentang sang sarjana.
Read more: Menolak Narasi Kolonial: Jeffrey Hadler dan Ketahanan Adat Minang dalam Pusaran Sejarah
Sejak akhir pekan ini, layar televisi dan media sosial dipenuhi kabar tentang Anak Krakatau. Erupsi yang berlangsung sejak 4 September 2026 melontarkan abu vulkanik yang kemudian terbawa angin jauh dari Selat Sunda. Abu tidak hanya mencapai wilayah Lampung Selatan dan Banten, tetapi terdeteksi menyebar hingga Jakarta, Jawa Barat, bahkan kawasan Bandung. BMKG pada 6 September mengidentifikasi sebaran abu dalam dua klaster yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu. Dampaknya bahkan merambah penerbangan, dengan sejumlah bandar udara sempat ditutup untuk alasan keselamatan.
Read more: Dari Krakatau Purba ke Anak Krakatau: Membaca Waktu dari Tanah
Laporan terakhir Bank Dunia yang menyebutkan ada 64,2% penduduk Indonesia di bawah garis kemiskinan. Sebaliknya, dengan garis kemiskinan nasional, Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Maret 2026 persentase penduduk miskin berada pada 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Angka tersebut bahkan turun dibandingkan dengan bulan Maret 2025.